Tidak Hadiri Mediasi Dengan Opang, Gojek Terancam Sangsi

Tidak Hadiri Mediasi Dengan Opang, Gojek Terancam Sangsi

0

Pemerintah Propinsi (Pemprov) Banten serta Pemerintah Kota (Pemkot) Serang meneror juga akan memberi sangsi tegas pada manajemen Gojek. Sebab, manajemen Gojek tidak memedulikan undangan pemerintah daerah jadi usaha untuk mendamaikan Gojek serta ojek pangkalan (opang) lewat jalur mediasi di Aula Gedung Pemkot Serang.

“Intinya (manajemen Gojek) tidak menghormati kami. Kami juga akan memberi langkah tegas pada mereka bila tidak menghormati kami. Kelak (type sangsi) juga akan dibicarakan dengan kepolisian. Kami juga akan rumuskan (type sangsi), ” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Propinsi Banten, Revri Aroes.

Sedianya, opang serta manajemen Gojek juga akan lakukan mediasi dengan Polres Serang Kota, Dishub Banten, Dishub Kota Serang, serta Wali Kota Serang, Tubagus Haerul Zaman yang diwakilkan Asda I Setda Kota Serang, Nanang Saefudin. Namun, dari jam 09. 00 WIB sampai jam 11. 00 WIB, manajemen Gojek tidak kunjung ada. Mediasi pada ke-2 belah pihak juga buntu. “Nanti juga akan diagendakan kembali pertemuan ke-2.

Pemerintah daerah, ucap dia, juga akan memberi dispensasi pada manajemen Gojek dengan juga akan lakukan undangan lagi. Namun, jika manajemen Gojek mangkir, jadi pihaknya juga akan ambil sikap. “Kamis (juga akan diundang kembali), ” katanya. Ia menjelaskan, penyelesaian perseteruan pada opang serta ojek daring di Kota Serang juga akan jadi role jenis daerah beda di Propinsi Banten.

Oleh karenanya, sesudah berlangsung islah, pihak Dishub Banten juga akan buat payung hukum, supaya dilakukan tindakan di tiap-tiap daerah dalam mengatur moda transportasi roda dua itu. “Kami juga akan kerjakan di kota dahulu (Kota Serang). Tapi, ini tetaplah jadi kewengan kabupaten serta kota. Kami juga akan buat payung hukumnya agar jadi basic hukum bupati serta wali kota untuk mem-follow up-nya tindak lanjut.

Asda I Setda Kota Serang, Nanang Saefudin menyayangkan manajemen Gojek tidak menghadiri mediasi itu. Menurutnya, Pemkot Serang sudah berusaha mendamaikan ke-2 belah pihak. Namun, karna sikap manajemen Gojek tidak menghadiri undangan, buat perjanjian damai belum juga menjumpai titik jelas. “Tidak hadirnya belum juga terang seperti apa argumennya bacaan sholat walau sebenarnya surat telah satu minggu waktu lalu (di kirim). Kasihan rekan-rekan ojek pangkalan yang telah ada.

Dalam mengatasi perseteruan itu, pihaknya juga akan buat draf atau rencana islah. Opang sendiri sudah memajukan nota islah dengan sebagian point pada Pemkot Serang. “Wajarlah opang miliki pendapat, kelak hasrat Gojek serta opang kami padu padankan.

Tidak bisa izin pusat
Disamping itu, Kapolres Serang Kota, AKBP Komarudin sudah mengonfirmasi manajemen Gojek. Ia menyebutkan, argumen manajemen Gojek di Kota Serang tidak ada mesti memperoleh izin dari pihak Kantor Gojek Pusat di Jakarta. “Katanya mesti ada izin dari pusat. Saya tidak paham ini ketetapan baku atau tidak. Ini masalah nasional begitu disayangkan bila mereka tidak sensitif.

Dengan seringkali terjadinya gesekan pada opang serta Gojek, manejemen Gojek pusat semestinya jemput bola serta lebih sensitif dalam merampungkan tiap-tiap perseteruan yang berada di daerah. Jika perseteruan itu dilewatkan, pastinya bisa menyebabkan perbuatan yang melawan hukum. “Saya juga positive thinking saja, mungkin saja mereka ada aktivitas perlu yang tengah dikerjakan pusat. Saya berharap, ada pertemuan setelah itu.

Linlin asked
    ×

    Login

    Question stats

    • Active
    • Views12 times
    • Answers0 answers
    • Followers1 follower
    Loading...