PN Kutacane Lakukan Eksekusi Rumah di Lawe Desky

PN Kutacane Lakukan Eksekusi Rumah di Lawe Desky

0

Pengadilan negeri (PN) Kutacane lewat jurusitanya, Jemali, SH lakukan eksekusi Tempat tinggal di desa Lawe Desky Minggu (Sabas) Kecamatan Babul Makmur Kabupaten Aceh Tenggara (Agara), pada hari Selasa (6/2) jam 13. 15 Wib. Juru sita PN Kutacane yang dengan Suhardin, SH serta staff yang lain, dan didampingi Kapolsek Babul Makmur, Ipda. Herianto Arnar membacakan putusan no. 03/Eks/2017/18/pdt. G/2012 pada tergugat Barita Tambunan. Pantauan Jurnalis Baranews. Aceh di tempat, Kapolsek Babul Makmur pernah mediasi pada tergugat serta keluarganya tentang putusan pengadilan serta objek perkara yang disengketakan.

Tergugat Barita Tambunan serta keluarga menyebutkan agar PN Kutacane tunda eksekusi Tempat tinggal, karna ada kejanggalan serta ketidakadilan dalam putusan pengadilan sembari tunjukkan surat pernyataan bekas Kepala desa Lawe Desky Sabas Adi Julirman Nababan yang mencabut tandatangan serta stempel saat kesepakatan dikerjakan oleh Hasudungan Tambunan (penggugat) dengan kesepakatan harta warisan yang diserahkan anak dari Bonggaran Tambunan/Mauli Tambunan dengan harga Rp. 250. 000. 000, – (Dua ratus lima puluh juta rupiah).

Penggugat Hasudungan Tambunan yang pernah didapati Wartawan media ini di Polsek Babul Makmur serta terlibat perbincangan enjoy dengan Wartawan Partner Polda menyebutkan, kalau si tergugat telah terima ganti- rugi dari pihaknya, namun dia memohon semakin banyak sekali lagi, katanya. ”

Konfirmasi Mass media ini pada PN Kutacane yang diwakili oleh Suhardin, SH selesai eksekusi tidak berhasil dikerjakan menyebutkan, kalau pihaknya juga akan menyurati si tergugat, koordinasi pada Ketua PN Kutacane, serta memohon penambahan pengamanan pada Polres Aceh Tenggara. Saat Juru warta ini bertanya apakah objek perkara telah tiba putusan mana, dia menjawab kalau objek perkara telah tiba ke Mahkamah Agung (MA) RI.

Hasil wawancara Kuli tinta ini pada Tokoh orang-orang serta bekas anggota DPRK Aceh Tenggara, Buhari Esman Tambunan tentang ditundanya eksekusi Tempat tinggal menyebutkan, begitu mengapresiasi aksi PN Kutacane serta Kapolsek Babul Makmur mengenai objek perkara satu pintu Tempat tinggal bersama lapaknya di Lawe Desky Minggu seluas 4, 5 m x 25 m ; sebidang Kebun bersama berisi di Alur Baning seluas 2 hektare ; sebidang Kebun bersama berisi diatas Gereja HKBP Lawe Desky seluas 25 m x 25 m.

Selanjutnya, Buhari Esman Tambunan memberikan jadwal bola kalau lebih kurang 5 bln. kesepakatan pembayaran tidak terealisasi, jadi kepala desa buat surat pernyataan pembatalan surat, serta berselang sekian hari berlangsung perkelahian pada Hasudungan Tambunan (penggugat) dengan Barita Tambunan (tergugat) yang menyebabkan Barita Tambunan dipenjara, ucapnya.

Paling akhir, konfirmasi pemburu berita ini pada Barita Tambunan kalau pihaknya juga akan memohon salinan putusan itu dari PN Kutacane, baik itu salinan putusan Pengadilan Tinggi (PT) Banda Aceh, salinan putusan MA RI, serta salinan putusan eksekusi Tempat tinggal, dan pihaknya serta keluarga juga akan memberikan laporan Hasudungan Tambunan ke Polsek Babul Makmur mengenai sangkaan pemalsuan tandatangan serta surat, tutupnya.

echirismayanti asked
    ×

    Login

    Question stats

    • Active
    • Views19 times
    • Answers0 answers
    • Followers1 follower
    Loading...