Peran Mediasi Konflik dalam Membangun Masyarakat Multikultural

Peran Mediasi Konflik dalam Membangun Masyarakat Multikultural

0

Sebagaimana yang udah disibakkan diatas, Indonesia adalah satu diantara contoh orang-orang multikultural. Sebagaimana yang disibakkan oleh Parsudi Suparlan (2002) kalau ‘masyarakat multikultural Indonesia’ (Indonesian multicultural society) yaitu orang-orang yang majemuk (plural society) di mana corak orang-orang Indonesia yang ‘bhineka tunggal ika’ tidak cuma hanya keanekaragaman grup etnis atau suku bangsa, agama serta budaya, tetapi keanekaragaman kebudayaan yang ada pada dalam orang-orang Indonesia.

Dengan hal tersebut, multikulturalisme tentang dengan pengertian, penerimaan, serta penghargaan pada semua ketaksamaan dengan egaliter baik individu ataupun grup yang terkait dengan pendapata, inspirasi, bhs, kebiasaan istiadat serta tradisi orang atau grup yang lain.

Tetapi, udah disibakkan juga di bagian terlebih dulu kalau satu diantara ciri-khas orang-orang multikultural yaitu kerentanannya pada perseteruan. Kerentanan ini tidaklah suatu hal yang perlu diresahkan, karna sebenarnya potensi perseteruan itu bisa diminimalkan atau dirubah jadi suatu hal yang positif.

Satu diantara usaha resolusi perseteruan yang penulis nilai paling efisien yaitu dengan memakai mediasi perseteruan, yang mana kelebihannya yaitu tawarkan win-win solution dalam konlik yang dihadapi yang keduanya sama untungkan ke-2 belah pihak.

Dalam orang-orang multikultural yg tidak seutuhnya menjiwai nilai-nilai multikulturalisme, diikuti dengan belum juga bisa terima serta hidup dalam situasi yang egaliter, mediasi tawarkan resolusi yang penuh toleransi serta penghargaan pada orang yang lain. Hal semacam ini dengan cara simbolis tergambar dari peranan streaming bola mediator jadi pendengar serta mengarahkan semasing pihak yang berkonflik supaya dapat merampungkan persoalannya sendiri dengan tawaran yang juga akan sama sama untungkan ke-2 belah pihak.

Dasarnya, mediasi berperan jadi membatasi permasalahan (scoping mediation), merampungkan sengketa (dispute settlement mediation), mengelola perseteruan (conflict containtment mediation), menegosiasikan kontrak (transactional mediation), merumuskan kebijakan (policy-making mediation) serta menghindar perseteruan (preventive mediation). Dari beberapa fungsi mediasi diatas bisa kita saksikan kalau dengan mediasi yang dibiasakan pada orang-orang multikultural akan kurangi efek dari potensi perseteruan yang disebut satu diantara ciri-khas orang-orang multikultural.

Dengan beberapa fungsi itu, mediasi tawarkan ketaksamaan dalam mengatasi perseteruan lewat cara yang bisa mendirikan nilai-nilai multikulturalisme berbentuk akomodasi interest, membuat nilai, prinsip suka-rela serta konsesnsual, prosedur yang fleksibel, berpusat pada orang yang lain, tujuan jalinan, konsentrasi masa depan, kesebayaan serta collaborative.

nengmirna asked
    ×

    Login

    Question stats

    • Active
    • Views93 times
    • Answers0 answers
    • Followers1 follower
    Loading...