Mediasi PT Delpi dan Eks Karyawan oleh Pemkot Bitung Temui Jalan Buntu

Mediasi PT Delpi dan Eks Karyawan oleh Pemkot Bitung Temui Jalan Buntu

0

Mediasi yang dikerjakan oleh pemerintah Kota Bitung untuk mencari jalan keluar persoalan pada pihak PT Delta Pasific Indotuna (Delpi) Bitung serta eks karyawan, di BPU Pemkot Bitung, Selasa (15/5) menjumpai jalan buntu.

Dalam mediasi itu terlihat ada Wali Kota Bitung Maximiliaan Lomban serta Wakil Wali Kota Maurits Mantiri, Forkopimda Bitung, tokoh orang-orang, tokoh agama, anggota DPRD Kota Bitung, pihak perusahaan PT Delpi, karyawan PT Delpi, dan eks karyawan PT Delpi.
Rapat mediasi itu di pimpin oleh Kapolres Bitung AKBP Philemon Ginting SIK MH yang dipercayakan oleh Wali Kota Bitung.

” Kita disini ingin mencari jalan keluar, karena persoalan ini telah cukup lama, serta untuk menjangkau perjanjian mesti ada yang berkorban dari dua pihak, jangan pernah ada persoalan baru, ” terang Wali Kota Bitung Maximiliaan Lomban.

Disamping itu, Kapolres Bitung menyebutkan supaya ke-2 pihak meninggalkan ego semasing supaya dapat memperoleh jalan tengah yang dapat disetujui serta dikerjakan.

Pada saat itu, sebagian tokoh agama serta tokoh orang-orang diberi peluang untuk memberi pencerahan supaya dua belah pihak melunak serta terwujud perjanjian.

Juga dari pihak PT Delpi serta eks karyawan diberi peluang untuk mengemukakan hasrat serta argumen mereka.

Dari pihak eks karyawan yang diwakili oleh Adnan, menyebutkan juga akan menuruti ketentuan dari pemerintah.

Diluar itu mereka menyebutkan sebagian tuntutan mereka seumpama dana BPJS Ketenagakerjaan, uang pesangon, untuk karyawan tetaplah yang diberhentikan diberi 100 % dari upah, sesaat untuk karyawan kontrak diberi 15 % dari upah.

Disamping itu, Elyasa Bahalwan Dirut PT Delpi menyebutkan kalau niat puasa ramadhan mereka ikuti ketentuan hingga tidak mengabulkan sebagian keinginan mereka. Terutama karena demo mogok kerja yang dikerjakan oleh eks karyawan sebelumnya diberhentikan dipandang tidak sah oleh perusahaan.

Rapat itu berjalan panjang lebar sekitaran empat jam, di sela dengan istirahat salat.

Pernah berkembang juga kalau eks karyawan tidak ingin ambil BPJS Ketenagakerjaan karena takut punya pengaruh pada pesangon.
Namun perusahaan menerangkan kalau itu tidak punya pengaruh atau tak ada hubungannya sekalipun.

Disamping itu, Kajari Bitung Ariana Juliastuty menyebutkan kalau dari Kejari siap untuk mempersiapkan jaksa pengacara untuk menolong merampungkan masalah itu.

” Kami sediakan jaksa pengacara, namun tinggal menanti surat kuasa, ” tuturnya.

Hinggap akhir kajian tak ada perjanjian yang diraih, bahkan juga mereka memohon untuk mediasi segera dengan yang memiliki perusahaan.

Serta dari eks karyawan menyebutkan akan tidak ambil BPJS Ketenagakerjaan, dan akan tetaplah menempati sisi depan perusahaan sepanjang belumlah ada pertemuan dengan yang memiliki perusahaan.

Disamping itu, Dirut PT Delpi mengakui perusahaan tetaplah buka peluang untuk negosiasi. ” Kami juga akan berupaya untuk memediasi dengan yang memiliki perusahaan, ” terang Elyasa.

Pada akhirnya, Wali Kota Bitung ambil sikap tegas.

nidaaza asked
    ×

    Login

    Question stats

    • Active
    • Views10 times
    • Answers0 answers
    • Followers1 follower
    Loading...