Limbah Pergudangan Ikan Diprotes

Limbah Pergudangan Ikan Diprotes

0
melay 1.27K Rep.

Beberapa warga RT 6, Kelurahan Baru Tengah, Balikpapan Barat, mengeluhkan limbah ikan dari pergudangan ikan punya Supardi di RT 54 Kelurahan Baru Tengah.

Warga lalu mengadukannya pada pihak kelurahan. Jadi kepanjangan tangan pemkot, kelurahan segera merespons. Yang memiliki perusahaan serta warga segera dipertemukan dalam komunitas mediasi di Aula Kelurahan Baru Tengah, Kamis (25/1) siang.

Pertemuan di pimpin Lurah Baru Tengah Eddy Moelyono dengan LPM, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta di hadiri yang memiliki pergudangan ikan, ketua RT 6 serta 54, dan beberapa warga.

Dalam mediasi itu, perwakilan warga mengemukakan beberapa yang dirasakan, seperti problem perizinan, limbah air pencucian ikan, bau menyengat, asap mesin penghancur batu es, nada bising, serta penyempitan akses jalan.

“Limbah yang dirasa warga ini telah berjalan lama. Bau tidak sedap kita cium sehari-hari. Kami minta dimediasi dengan pihak kelurahan agar bisa pemecahannya, ” kata salah seseorang perwakilan warga RT 6, Baru Tengah, Ari Galang selesai lakukan mediasi.

Ari juga menyebutkan ada penyimpangan berkaitan perizinan pergudangan ikan itu. Warga sesungguhnya ingin merampungkan dengan kekeluargaan bila pihak perusahaan bisa merajut komunikasi dengan baik dengan warga.

“Tuntutan kami memohon perusahaan ini membuat revisi ulang atau memperbarui surat perizinan yang ada. Kami juga telah terbuka pada entrepreneur untuk berkomunikasi dengan warga. Kita telah beri input anjuran berkaitan problem limbah. Tapi, seiring berjalannya waktu tak ada action-nya, ” katanya.

Disamping itu, Supardi, yang memiliki gudang ikan harga hp brandcode menyatakan kalau pihaknya juga akan lengkapi ataupun memperbarui perizinan. Dia akan mengoreksi limbah ikan yang dikeluhkan warga.

“Kita juga akan lengkapi izinnya. Kami akan koreksi selekasnya, termasuk juga limbah yang dikeluhkan warga, ” timpal Supardi.

Dia juga mengklaim kalau pergudangan ikan yang dipunyainya tidak sempat lakukan pemisahan ikan. Semuanya type ikan di kirim dengan utuh memakai styrofoam. “Kami tidak sempat kirim ataupun mem-packing ikan-ikan yg tidak utuh. Kami tak ada buang perut ataupun kepalanya. Ikan yang kami bisa dari nelayan dikerjakan pencucian baru di-packing, ” tuturnya.

Disamping itu, Lurah Baru Tengah Eddy Moelyono memaparkan, pihaknya sudah menyimpan semuanya keluh kesah warga RT 6. Pihaknya juga telah memohon pihak perusahaan untuk selekasnya kirim foto copy dari pertama kriteria dalam mengajukan izin terlebih dulu pada kelurahan.

“Supaya warga itu ngerti, jadi tak ada kesalahpahaman. Dasarnya, dalam musyawarah ini kita ambil hal paling baik untuk ke-2 belah pihak. Kami dari pihak kelurahan tidak memihak siapa saja, baik warga ataupun perusahan, ” sebut Eddy.

Sesaat berkaitan problem tubuh jalan yang dipakai pihak perusahaan waktu beroperasi, kelurahan juga minta supaya perusahaan bisa lihat keadaan di lapangan.

“Jangan hingga menghambat jalan warga yang melakukan aktivitas, termasuk juga limbahnya selekasnya dikerjakan perbaikan oleh pihak perusahaan. Kami juga tempo hari itu ikut menyebut pembuat pipa limbah pergudangan itu, namun yang berkaitan tidak ada di Balikpapan. Kami minta yang memiliki perusahaan selekasnya melakukan tindakan, ” lanjut bekas kasi Trantib Kelurahan Baru Ilir ini.

Setelah itu, pihak kelurahan merencanakan juga akan lakukan peninjauan dengan Babinsa serta Bhabinkamtibmas dan kasi trantib. “Kami juga akan selekasnya tinjau untuk lihat apakah segera direspons perbaikan pipa limbah itu atau seperti apa, ” tandas Eddy.

melay asked
    ×

    Login

    Question stats

    • Active
    • Views57 times
    • Answers0 answers
    • Followers1 follower
    Loading...