Ini Materi Pembinaan Ketua Kamar Agama dan Hakim Agung Pada Rakor Badilag

Ini Materi Pembinaan Ketua Kamar Agama dan Hakim Agung Pada Rakor Badilag

0

Masuk hari ke-2 Rapat koordinasi Ditjen Badilag Mahkamah Agung RI dengan Kamar Agama serta Mahkamah Syar’iyah Aceh/Pengadilan Tinggi Agama semua Indonesia yang di gelar di hotel Santika Premiere Keinginan Indah Bekasi Jawa Barat, tampak jadi nara sumber Ketua Kamar Agama serta Hakim Agung. Ada empat Hakim Agung yang mengemukakan materi yakni H. Purwosusilo, H. A. Mukti Arto, H. Edi Riyadi serta H. Yasardin dan Ketua Kamar Agama sendiri H. Amran Suadi.

Materi yang di sampaikan yaitu temuan-temuan pada kontrol berkas perkara kasasi ataupun peninjauan kembali, baik administratif ataupun tehnis yustisial. Banyak temuan-temuan yang di sampaikan yang pada pokoknya dihidangkan dalam berita ini.

Hakim Agung H. Purwosusilo yang tampak jadi penyaji pertama memberitahukan kalau ada satu PA yang kirim berkas kasasi rangkap tiga yakni bundel A, bundel B serta bundel C serta bundel C ini yaitu fotocopy dari bundel B. Diterangkan H. Purwosusilo, cuma PA itu hanya satu PA di semua Indonesia yang kirim berkas kasasi tiga rangkap.

“Kami di MA terasa heran, mengapa PA ini senantiasa kirim berkas kasasi tiga rangkap, walau sebenarnya yang disuruh cuma dua rangkap yakni bundel A serta bundel B, ” tutur H. Purwosusilo tanpa ada mengatakan PA disebut.

“Yang begitu disayangkan, PA itu yaitu PA Kelas I-A spesifik, ” sambung H. Purwosusilo yang bekas Dirjen Badilag ini.

Dalam temuan yang lain, H. Purwosusilo menguraikan, ada Majelis Hakim yang mengabulkan pencabutan perkara tanpa ada disuruh kesepakatan tergugat karna dalam sidang itu tergugat tidak ada. Di jabarkan selanjutnya oleh H. Purwosusilo, kalau kontrol perkara sudah melalui step jawab-menjawab, oleh karenanya, urainya menerangkan, pencabutan perkara mesti ada kesepakatan tergugat. “Lagi-lagi, PA ini yaitu PA Kelas I-A spesifik, ” tuturnya.

Mukti Arto yang tampak jadi pemateri ke-2, memohon pada peserta Rakor supaya wujudkan pengadilan yang sejuk, moderen serta merakyat. Menurut dia, untuk menjangkau hal itu, jadi Ketua, Wakil Ketua, Panitera serta Sekretaris mesti kompak serta berseninergi.

Dalam temuan berkas perkara kasasi, H. A. Mukti Arto menerangkan, ada Majelis Hakim tingkat banding dalam amar putusannya memerintahkan pengadilan tingkat pertama untuk mengecek kembali perkara yang sudah diputus. Harusnya, katanya selanjutnya, Majelis Hakim tingkat banding mesti memutus perkara itu karna pengadilan tingkat banding yaitu pengadilan ulangan seperti diamanatkan Undang-Undang Nomor 20 th. 1947 mengenai pengadilan ulangan.

“Pengadilan tingkat banding yaitu judex faxci, yalla shoot bukanlah judex juris, oleh karenanya mesti mengadili serta memutus perkara dengan selesai, janganlah buat putusan yg tidak merampungkan perkara, ” tutur Hakim Agung yang banyak menulis buku ini.

Lalu, H. Yasardin yang tampak pada giliran ke-3 mengungkap, ada Majelis Hakim yang terima info saksi de auditu, harusnya mesti dikesampingkan. Diluar itu, H. Yasardin juga menerangkan, ada Majelis Hakim yg tidak mencocokkan bukti surat dengan aslinya. Harusnya, urai H. Yasardin, Majelis Hakim mesti mencocokkan bukti surat berbentuk fotocopy dengan aslinya.

“Menurut Pasal 1888 KUH Perdata, kemampuan bukti surat terdapat pada aslinya, ” tandas H. Yasardin menerangkan.

Edi Riyadi yang tampak jadi pemateri paling akhir dari Hakim Agung menerangkan, Majelis Hakim tingkat tingkat banding jika temukan perkara banding yg tidak melakukan mediasi seperti disebut Perma Nomor 1 th. 2016, jadi perkara itu janganlah di-NO, tapi diperintahkan Majelis Hakim tingkat pertama lewat putusan sela untuk lakukan mediasi.

“Jangan merugikan pihak yang berperkara karna kekeliruan pengadilan, ” tutur H. Edi Riyadi berpesan.

Disamping itu, Ketua Kamar Agama H. Amran Suadi jadi keynote speaker dalam pembinaan itu mengemukakan sebagian info mengenai perubahan di lingkungan peradilan agama. Dijelaskannya, pada bln. Maret 2018 juga akan ada peringatan HUT IKAHI serta dianya ditunjuk jadi Ketua. Dalam rencana peringatan HUT IKAHI ini Panitia juga akan membuat seminar di Jakarta. Ia memohon supaya PTA semua Indonesia turut mensukseskan acara itu.

“Mohon support dari kita semuanya serta berharap turut seminar, undangannya menyusul, ” pinta H. Amran Suadi.

Banyak materi yang di sampaikan Ketua Kamar Agama H. Amran Suadi yang meliputi kebijakan pimpinan MA ataupun problem tehnis yustisial. Dalam peluang itu, H. Amran Suadi memohon pada peserta supaya disiplin masuk serta pulang kerja. Dianya terima laporan ada beberapa hakim yang pulang hari Kamis hingga tidak masuk kantor pada hari Jum’at. Diluar itu, Ketua Kamar Agama yang sempat jadi Inspektur di Tubuh Pengawasan ini berpesan agar mempunyai akhlak birokrasi yakni jika menjumpai pimpinan dikerjakan dengan berjenjang.

Dalam bagian tehnis yustisial, H. Amran Suadi memohon beberapa hakim supaya kuasai hukum formil serta hukum materiil dengan baik serta benar. Dikatakannya, pada saat mendatang, hakim yang juga akan di promosikan bukan sekedar lihat senioritas semata, namun juga memerhatikan kekuatan dalam merampungkan perkara.

echirismayanti asked
    ×

    Login

    Question stats

    • Active
    • Views12 times
    • Answers0 answers
    • Followers1 follower
    Loading...