Data Sementara Keberhasilan Mediasi Nasional di SIPP Hanya 4,14 %, Input Data Mediasi Ditengarai Tidak Lengkap

fgd 2-3okt 2017

Data Sementara Keberhasilan Mediasi Nasional di SIPP Hanya 4,14 %, Input Data Mediasi Ditengarai Tidak Lengkap

fgd 2-3okt 2017Bandung | mediasi.mahkamahagung.go.id (3/10/2017)

Cukup mengagetkan, data sementara keberhasilan mediasi secara nasional tahun 2017 di Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) MA hanya berkisar 4,14%. Jumlah itu merupakan gabungan keberhasilan mediasi di lingkungan peradilan umum dan peradilan agama.

Data keberhasilan 4,14% itu berdasarkan data ril yang berhasil ditampilkan dalam menu laporan mediasi di SIPP MA. Sumber data itu ditarik dari SIPP lokal setiap pengadilan di Indonesia.

Hal itu dipaparkan dua anggota Tim Pengembang SIPP, Puji Wiyono dan Aminuddin Harahap, di hadapan anggota Pokja APS (Pokja Mediasi) MA pada acara FGD Finalisasi Modul Monitoring & Evaluasi Implementasi Mediasi di Pengadilan yang digelar di Bandung, 2-4 Oktober 2017.

Menanggapi data keberhasilan mediasi tingkat nasional yang sangat rendah tersebut, Pokja Mediasi MA mengaku kaget karena dari sejumlah pemantauan baik melalui forum-forum resmi maupun via media sosial, tingkat keberhasilan mediasi secara nasional cukup menggembirakan.

“Saya tidak tahu apakah data di SIPP MA ini sesuai dengan tingkat keberhasilan yang senyatanya terjadi di pengadilan. Saya curiga data mediasi di SIPP tidak lengkap,” kata anggota Pokja Mediasi, Dr. Hj. Diah Sulastri Dewi, S.H., M.H., yang juga hakim tinggi PT Tanjung Karang.

Keraguan Diah Sulastri Dewi mendapatkan konfirmasi ketika dilakukan penelusuran lebih jauh terhadap data mediasi di SIPP. Dewi mengaku ketika masih di PN Bandung sebelum menjadi hakim tinggi, selama tahun 2017 ada 20 perkara yang berhasil diselesaikan melalui mediasi. Begitu juga anggota Pokja Mediasi yang lainnya, Mohammad M. Noor, mengaku berhasil memediasi 9 perkara selama tahun 2017. Akan tetapi ketika ditelisik lebih dalam di SIPP, data keberhasilan mediasi dua hakim anggota Pokja tersebut hanya terekam masing-masing satu perkara yang berhasil mediasi

Lebih jauh lagi, jika dilihat data keberhasilan mediasi di Laporan Tahunan MA tahun 2015, rata-rata keberhasilan mediasi di 9 pengadilan negeri adalah sebesar 16%, dan 17% di 9 pengadilan agama. Padahal tahun 2015 itu mediasi masih menggunakan Perma lama (Perma 1/2008) yang belum mengakomodir keberhasilan sebagian sebagai keberhasilan mediasi. Diyakini, dengan diakomodirnya keberhasilan sebagian mediasi dalam Perma 1/2016 tingkat keberhasilan mediasi akan jauh meningkat dibanding tahun 2015.

Pokja Mediasi MA yang diketuai oleh Ketua Kamar Pembinaan MA RI, Prof. Dr. Takdir Rahmadi, S.H., LL.M., berharap data mediasi di SIPP diinput secara lengkap, benar dan akurat. “Kita benar-benar membutuhkan data real keberhasilan mediasi secara nasional yang bisa kita lihat di SIPP,” ujar Ketua Kamar Pembinaan beberapa waktu lalu.

Saat ini, menu laporan mediasi di SIPP MA yang akan digunakan untuk menampilkan data keberhasilan mediasi tingkat nasional sedang dalam tahap finishing pengerjaannya oleh dua anggota Tim Pengembang Nasional SIPP, Puji Wiyono dan Aminuddin. Sedangkan menu-menu laporan mediasi yang ditampilkan dibuat berdasarkan masukan dari Pokja Mediasi MA.

“Menu tampilan laporan ini sudah siap digunakan dan dilaunching. Tetapi perlu persetujuan pimpinan yang berwenang di MA yang membidangi SIPP,” kata Puji dan Aminuddin, kemarin (2/10/17).

Acara FGD Finalisasi Modul Monev Mediasi tersebut difasilitasi oleh EU-UNDP SUSTAIN dan diikuti oleh anggota Pokja Mediasi: Dr. Hj. Diah Sulastri Dewi, S.H., M.H., Edy Wibowo, S.H., M.H., Achmad Cholil, S.Ag., S.H., LL.M., Rahmat Arijaya, S.Ag., M.Ag., dan Mohammad M. Noor, S.Ag.

Perumusan bahan evaluasi mediasi juga dibantu oleh Direktur Eksekutif IICT, Sri Mamudji, S.H., M.LL dan Peneliti PSHK, Asmuni, S.H. Sementara itu dari pihak SUSTAIN hadir Koordinator Sektor Pengawasan, Fatahillah Abdul Syukur, S.H., M.Sc., LL.M., Koordinator Sektor Manajemen Perkara, Ariyo Bimmo, S.H., LL.M., dan Diarani Octaria dan Devy Nazwir.[]

 

(Achmad Cholil)

Share this entry

0 Comments

Leave a Comment

Loading...