Data Keberhasilan Mediasi Nasional Ditargetkan Tersedia Akhir Tahun 2017

to web

Data Keberhasilan Mediasi Nasional Ditargetkan Tersedia Akhir Tahun 2017

to webJakarta | mediasi.mahkamahagung.go.id (26/9/2017)

Komitmen Mahkamah Agung RI atas implementasi mediasi di pengadilan tidak perlu lagi diragukan. Dari sisi regulasi misalnya, sejumlah aturan sudah dibuat dan disosialisasikan. Yang terbaru adalah Perma Nomor 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan dan SK KMA Nomor 108 Tahun 2016 tentang Tata Kelola Mediasi di Pengadilan.

Hanya saja memang harus diakui, sampai saat ini belum tersedia data valid keberhasilan mediasi tingkat nasional paska diterbitkannya Perma No. 1/2016 tersebut. Padahal data tersebut penting didapatkan, paling tidak, untuk mengukur sejauh mana efektivitas mediasi selama ini.

Berdasarkan hal tersebut, Ketua Kamar Pembinaan MA RI yang sekaligus juga Ketua Harian Kelompok Kerja Alternatif Penyelesaian Sengketa MA RI (Pokja Mediasi), Prof. Dr. Takdir Rahmadi, S.H., LL.M., bertekad agar data keberhasilan mediasi tingkat nasional baik dari lingkungan peradilan umum maupun lingkungan peradilan agama bisa tersedia maksimal akhir tahun 2017 ini.

Dengan didanai EU-UNDP SUSTAIN, sejumlah kegiatan untuk memonitor dan mengevaluasi keberhasilan mediasi digelar sejak awal bulan September 2017 ini. Pada 4-5 September 2017, bertempat di kantor SUSTAIN, Focus Group Discussion (FGD) selama dua hari dikerjakan secara marathon untuk menyusun Modul Penilaian dan Monev Implementasi Mediasi di Pengadilan.

Kegiatan FGD tersebut diikuti oleh sebagian anggota Pokja Mediasi di antaranya Edy Wibowo, S.H., M.H., Achmad Cholil, S.Ag., S.H., LL.M., Rahmat Arijaya, S.Ag., M.Ag., dan Mohammad M. Noor, S.Ag. Selain anggota Pokja, kegiatan ini juga dikawal Koordinator Sektor Bidang Pengawasan SUSTAIN, Fatahillah Abdul Syukur, Koordinator Sektor Bidang Manajemen Perkara SUSTAIN, Ariyo Bimmo, S.H., LL.M., dan Diarani Octaria Tamrin. Seorang ahli mediasi, Sri Mamudji, S.H., M.LL., dan Peneliti eksternal, Asmuni, S.H., juga dilibatkan.

Setelah itu, pada 22-23 September 2017 lalu, kegiatan pengembangan database nasional keberhasilan mediasi melalui aplikasi Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) dihelat secara intensif di Pengadilan Negeri Bandung. Fokus acara ini adalah untuk menyepakati format laporan yang tersedia di SIPP MA RI yang akan digunakan untuk menarik data mediasi dari SIPP masing-masing pengadilan. Teknis penampilan data dilakukan oleh Tim Nasional Pengembang SIPP.

Kemudian pada 2-4 Oktober 2017, akan diadakan kegiatan finalisasi modul penilaian dan monev mediasi serta penampilan data mediasi nasional di SIPP MA RI. Terakhir, selama kurun Oktober – Desember 2017, Tim Monev Mediasi MA akan turun ke sejumlah pengadilan yang ditentukan untuk memonitor secara langsung implementasi mediasi di pengadilan.

Diharapkan, ketersedian data keberhasilan mediasi tingkat nasional akan dapat membantu para pimpinan MA untuk menentukan arah mediasi ke depan. Oleh karena itu, Ketua Muda Pembinaan MA RI sangat berharap warga peradilan umum dan peradilan agama patuh menginput data mediasi di SIPP. Ia berharap data mediasi tahun 2017 dapat masuk di Buku Laporan Tahun MA Tahun 2017.

(Achmad Cholil)

Share this entry

0 Comments

Leave a Comment

Loading...